Dibalik Layar Camping Danau Buyan Bedugul

https://www.halolibur.com/2019/07/camping-danau-buyan.html
Danau Buyan 
Dibalik kesibukan program pengambilan profesi, aku ingin beristirahat sejenak dan keinginan refreshing melonjak. Hari rabu pertengahan bulan juli 2019 aku ingin sekali refresh otak akibat banyaknya tekanan pikiran dan batin dalam perjalanan cita-cita sejak kecil ini. Hari itu aku tidak sengaja mengajak ke empat temanku yang lain untuk libur bareng dan menikmati wisata yang mudah dijangkau.


Rencana pertama kita ingin melakukan wisata angker di desa Trunyan Kintamani, namun karena lokasi dan budget yang mahal kami pindah haluan untuk menikmati weekend saat itu. Usul punya usul akhirnya kami sepakat untuk melakukan camping di danau Buyan. Danau Buyan tidak asing bagi aku, karena tahun sebelumnya aku juga pernah berkemah bersama teman-teman kampus lainya. Yang menarik dari kemah ialah kebersamaan dan menikmati suasana malam di pinggir danau.

Tiada kata yang dapat mengungkapkan suasana bahagia berkemah bersama teman-teman. Dari awal perencanaan kemah sangat sederhana yaitu hanya saling patungan biaya kemah. Pengetahuan berkemah juga hanya berbekal dari pramuka, pengalaman dan hidup sebagai anak gunung.

Cerita perjalanan kami
Camping danau buyan dimulai ketika hari kamis, kami mulai list beberapa perlengkapan dan bahan yang diperlukan untuk keperluan selama camping. Untuk keperluan kami membagikan dalam golongan perlengkapan kelompok dan individu. Perlengkapan kelompok dibagi menjadi alat camping dan bahan makanan.
#Perlengkapan kemah : Tenda, matras, sleeping bag, lampu, kompor lapangan, gas lapangan, alat penggorengan lengkap, alat makan lengkap, spiritus, korek, karpet, kertas minyak, kartu Game
#Bahan makanan : ayam, mie instan, sosis, telur, ubi, kopi, aluminium foil, lidi tusuk, minyak goreng, bumbu jadi,
#perlengkapan individu : alat MCK, snack, celana dalam, P3K, jacket, ponco

Setelah list barang kami mulai bertindak untuk menyewa tenda dan membeli bahan makanan di super market terkenal di Bali. Selain itu untuk mendapatkan harga miring kami menelusuri pasar badung untuk mencari ayam serta bumbu-bumbu lainnya.

Perlengkapan kemah dan bahan makanan terpenuhi untuk camping 1 hari dengan porsi 5 orang. Hari sabtu sore kami bermodal irit kami berangkat dengan motor pribadi. Semua perelengkapan dan bahan makanan kami patungan membawanya. Rider dimulai, perjalanan kami dimulai kota denpasar lokasi lapanangan korem udayana kota denpasar dan perjalanan di bagi menjadi 2 meetpoint (MP). MP 1 di kost teman (lapangan korem) dimana semua barang kelompok dikumpulkan sedangkan MP 2 Masjid depan danau beratan.  

Perjalanan sesuai rencana dan lancar ketika berkendara hawa dingin bedugul sudah terasa, jadi tidak sabar untuk menikmati segelas kopi pinggir danau buyan. Setelah bertemu MP 2 kami bergerak bersama ke lokasi camping.

Sebelum masuk daerah camping sejauh mata memandang terhampar air danau tenang nan sejuk. Pinggiran danau berdiri banyak tenda-tenda orang camping, kabut tebal sedang memenuhi lokasi camping sedangkan tenda kami belum berdiri.

https://www.halolibur.com/2019/07/camping-danau-buyan.html
Tenda 5 Koas Patol
Akibat terlambat berangkat tenda kami pun berdiri ketika senja. Saling bekerja sama 2 tenda berukuran sedang dan kecil sebagai tempat kami berteduh pada malam. Agenda lanjutan setelah pasang tenda ialah membeli kayu bakar sebagai api unggun di sekitar toko kecil pinggir danau buyan.

Kayu bakar dijual 10.000 /ikat kami membeli 5 ikat kayu bakar dan gratis 1 bakar karena komunikasi aku dengan penjual yang ramah dan santun. Bukan aku senang karena mendapatkan barang gratis dari rakyat kecil namun karena aku mengahrgai penjual dagangan tanpa melewati tawar menawar terlebih dahulu. Bagi traveler jangan pernah menawar barang dagangan kepada pedagang kecil, karena itu tidaklah keren. Pecinta alam sudah sepatutnya kita menyejahterakan rakyat kecil yang dapat meraih pundi-pundi rupiah akibat adanya wisatawan.

Kembali ke topik
Setelah membeli kayu bakar, kami mulai memasak dan mempersiapkan api unggun. Telur dadar isi 10 butir cukup buat kami sebagai protein satu malam ini. Malam sekitar pukul 21.00 WITA kami mulai menghidupkan api unggun dengan bantuan korek dan spiritus. Kami membagi tugas menyiapkan api unggun dan mempersiapkan ayam bakar.

Cerita ayam bakar dengan menyilimuti ayam dengan bumbu jadi lalu dibungkus dengan alumunium foil lalu dibakar diatas api kecil dan arang selama 15 menit, jreng jreng jreng ayam bakar kami jadi dan matang. Ide gila ini adalah ide aku tanpa ada membaca dan mempraktekkan sebelumnya. Buat kalian yang ingin mengikuti AYAM BAKAR ala chef dadakan ini patut dicoba jika sedang camping. Ayam 1 kg bisa digunakan untuk 1 malam dan untuk 5 orang.

https://www.halolibur.com/2019/07/camping-danau-buyan.html
Ayam Bakar Aluminium Foil
Api unggun berubah menjadi arang kami munlai mempersiapkan sosis setelah ditusuk untuk dibakar. Namun karena karena cuaca dan hawa dingin sosis yang telah bakar menjadi cepat dingin sehingga kurang menggoda untuk makan. Masak air dan membuat kopi atau susu merupakan agenda masak terakhir selum kami masuk tenda dan mulai games serta bercerita tentang progress atau pengalaman sebagai koas.

Malam gelap gulita dengan ditemani lampu telanjang, sepiring sosis bakar, secangkair kopi hangat dan snack membuat malam camping di Danau Buyan menjadi lengkap.

Jam 00.00 WITA sudah tidak terasa dan sebelum tidur jika laki-laki sedang berkumpul maka satu topik bahasan yang wajib di share ialah tentang wanita. Kami berdiskusi tentang kriteria perempuan masing-masing, dan bagian sejorok-joroknya tentang perempuan. Eits sebelumnya aku minta maaf jika ada reader berjenis kelamin perempuan. It’s true real in life, bahwa topik menarik bagi laki-laki ada dua bola dan perempuan.

Perjalanan camping ini bukan hanya sampai disini, ketika pagi subuh setelah shubuh pastinya kami menikmati kabut pagi dengan ditemani segelah kopi susu.

Pagi menjelang ayam berkokok dan burungpun juga kenyang (bahasa bali). Menelusuri pinggiran danau cari spot foto, abadikan moment bersama teman-teman seperjuangan. Thank you guys dan see next palan.

https://www.halolibur.com/2019/07/camping-danau-buyan.html
Suka Suka
Begitulah ringkasnya dari pengelaman camping kami di danau buyan. Untuk keseruannya tidak semua aku dapat bercerita disini, namun cepat dan ajak teman kalian untuk membuat quality time bersama geng mu menjadi lebih produkstif.
Pesan terakhir bagi sesama anak alam yang memilki hati jangan pernah mengotori alam kita yang indah dan hijau ini. Buanglah sampah pada tempatnya

Keep enjoy your destination




0 Response to "Dibalik Layar Camping Danau Buyan Bedugul "

Post a Comment

kritik dan saran

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel